Jumat, 15 Februari 2013

Gokusen Series (J-Drama Review)

11. Gokusen



Okaayy, series jepang lainnya tentang sekolah atau lebih tepatnya lagi tentang guru.
Salah satu genre favorit ku~ :3
Karna suka banyak menginspirasi dan pelajaran di dalemnya,
Langsung aja, monggo~

* Gokusen 1 :
Yamaguchi Kumiko (Nakama Yukie) atau biasa di sapa "Yankumi", seorang wanita yatim piatu sejak umur 7 tahun yang memilih jalan hidupnya untuk menjadi seorang guru. Tapi, perjalanan karirnya menjadi guru ternyata tidak semudah yang di bayangkan.
Di tahun pertamanya, ia mengajar di SMA Shirokin di kelas 3-D, kelasnya anak-anak preman bin berandal #plak
Seluruh personel kelas 3-D, termasuk; Sawada Shin (Matsumoto Jun), "Uchi"yama Haruhiko (Oguri Shun), "Kuma"i Teruo (Waki Tomohiro), Noda Takeshi (Narimiya Hiroki) membenci Yankumi.

(Pemain inti *murid*+Yankumi di Gokusen 1)

Mereka selalu menghina dan berusaha membuatnya berhenti mengajar dengan segala tingkah berandal. Tapi, Yankumi berbeda dengan guru lain, dan dia ingin menunjukannya pada seluruh murid-murid berharganya itu.
Dia tidak mundur, menyerah atau menghina balik murid-muridnya. Justru dia semakin tegar dan berusaha dekat serta mengerti perasaan murid-muridnya itu. Perjalanan serta perjuangannya menjadi guru di tahun pertama ini tidak mudah, tapi akhirnya perjuangannya terbayar.

(Ber-"Fight-oh! oh!" bersama)

Yankumi berhasil membawa murid-murid pertamanya itu hingga kelulusan. Bahkan membuat mereka menjadi anak yang lebih baik, bermoral dan dewasa dari sebelumnya. Semua muridnya pun merasakan kalau  Yankumi adalah guru yang patut mereka banggakan. Guru tersayang mereka.

* Gokusen 2 :
Perjalanan mengajarnya tak terhenti sampai sini.
Gokusen kembali merilis season 2 nya. Kini Yankumi mengajar di SMA Kurogin dan *enggak lagi di Shirokin*
Kebetulan, Sawatari Goro (Katsuhisa Namase) meminta Yankumi untuk mengajar di tempat dia mengajar *lagi-lagi satu tempat lagi ama si Goro*
Dan lagi-lagi, Yankumi kedapatan mengajar di kelas anak berandal bin preman lagi, dan kelas 3-D lagi *what a chance~*
Tapi kali ini keliatannya kelas dengan salah satu personelnya ; Odagiri Ryu (Kazuya Kamenashi), Hayato Yabuki (Jin Akanishi), Keita Takeda (Koike Teppei), Hikaru Tsuchiya (Mokomichi Hayami) lebih liar dan bandel! #huoooo~
Kembali sang murid berusaha membuat Yankumi untuk berhenti mengajar dengan terus membuat masalah dan memperlakukannya dengan tidak sopan.
Yankumi terus maju, mencoba mencari tahu kenapa mereka bisa sampai membenci guru, sekolah dan nakal seperti ini. Perlahan ia menemukan jawabannya, berusaha membantu masalah-masalah mereka, dan salah satunya masalah yang berurusan dengan preman.

(Salah satu scene kebersamaan di Gokusen 2)

Yapp, Yankumi yang memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa *makanya jangan liat tampangnya yang kacamata, di kuncir 2 dan cupu* sering membela murid-muridnya dengan melawan para preman yang berurusan dengan semua murid-murid tersayangnya. Secara, dia di nobatkan sebagai penerus generasi ke-4 Keluarga Oedo, alias keluarga klan turunan Yakuza.
Akhir yang bahagia *tapi selalu bikin nangis* pun kembali di rasakan Yankumi dan seluruh murid 3-D saat pelulusan tiba. Semua murid 3-D kembali nangis saat itu *lihaat, preman pun punya sisi sensitif* :v
Tapi sayangnya, perjuangannya kali ini berujung dengan di berhentikannya Yankumi dari SMA Kurogin.
Yankumi pun mencoba diri mengajar keluar jepang, tapi nasib tak berpihak padanya *karna kemampuan bahasanya jelek* :v

(Salah satu scene di Gokusen 2)

* Gokusen 3 :
Di tengah kegalauannya dengan karir mengajarnya, lagi-lagi Goro memanggil dirinya untuk kembali mengajar di tempatnya mengajar *pindah sekolah lagi* :v
Padahal, aslinya Goro lah yang di tunjuk langsung oleh Kepala Sekolah SMA Akado, Ryouko Akagi (Kyoko Eba) untuk menjadi wali kelas 3-D. Tapi, Goro enggak sanggup menghadapi murid-murid di kelas itu. Berandal abiis! Bahkan katanya kelas 3-D adalah kelas penguasa SMA Akado~ :v
Senang bukan main yang dirasa Yankumi saat mendapat tawaran itu. Tapi berikut sempat terdiam begitu tau kalau lagi-lagi dia akan menjadi wali kelas anak-anak berandal lagi.
Yosh! Yankumi enggak akan mundur, kalau persoalannya itu bersangkutan dengan muridnya. Kembali dia mengahadapi anak-anak liar kelas 3-D *lagi??!* dengan persoalan utamanya dua orang geng beranggotakan masing-masing 3 orang.
Geng 1, yang diketuai ; Yamato Ogata (Yuya Takaki), anggota ; Hongo Kengo (Hideo Ishiguro), Shunsuke Kamiya (Shohei Miura).
Geng 2,  yang diketuai ; Kazama Ren (Miura Haruma), anggota ; Kuraki (Akito Kiriyama), Rikiya Ichimura (Junta Nakama).
Yepp, dua geng yang ketuanya saling musuhan demi menjadi bos terkuat di kelas.

(Kuraki-Ichimura-Yamato-Ren-Honjou-Kamiya, di Gokusen 3)

Yankumi berusaha menyatukan mereka, memberitahu mereka semua kalau seharusnya mereka semua menjadi satu tim yang kompak di kelas 3-D ini. Karna mereka semua adalah teman.
Meski penuh cerita jatuh-bangun, tapi kembali Yankumi berhasil menyelesaikan persoalan-persoalan muridnya. Persoalan yang beragam ; Keluarga, sekolah, teman, pekerjaan, masa depan, dan masyarakat.
Dan kedua geng tersebut akhirnya bisa bersatu, bahkan menjadi teman dekat. Juga seisi kelas 3-D, mereka semua menjadi satu tim yang sangat kompak pada akhirnya. Yankumi pun kembali berhasil membawa murid-murid kesayangannya itu hingga ke gerbang pelulusan. Berhasil menolong mereka dari ancaman tidak lulus dan dikeluarkan dari sekolah. Berhasil membuat masa depan anak-anak yang dianggap sampah oleh guru, masyarakat bahka orang tua sendiri menjadi anak-anak yang bermoral dan memiliki masa depan.

(Salah satu foto kesukaan ku di Gokusen 3 *terharu liatnya kebersamaannya*)

* Gokusen the movie :
Di perjalanan terakhir *di series ini*, Yankumi kembali melanjutkan karirnya mengajar di SMA Akado sebagai wali kelas 3-D. Tak bosan-bosan *meski bosan juga* dia kembali menghadapi anak-anak berandal di kelas *terkutuk* ini~ :v
Dan seperti biasa, kembali dia memperjuangkan murid-muridnya hingga ke gerbang kelulusan dengan segala persoalan yang berbeda di setiap tahun ia mengajar. Terus menemani, membela dan mempercayai seluruh muridnya hingga akhir tugasnya tanpa ada kata menyerah.
Bedanya di season terakhir ini, seluruh muridnya dari jaman season 1-3 ngumpul. Bakal ada scene dimana mantan murid-muridnya itu ngumpul dan ngebela Yankumi di depan orang jahat yang berusaha nembak Yankumi.
Oh iya, disini juga Ryu Odagiri bakalan ngajar satu tempat sama Yankumi. Yankumi ngerasa seneng banget, katanya, 'akhirnya ada murid yang mengaguminya dan pengen ikut jejaknya jadi guru'~ :3
*Tampang Odagiri pun jadi lebih kakkoi disini setelah ganti haircut* XD #kyaaaa~ #Ramen


(Scene akhir Gokusen the Movie)


* Opini Ramen :

Drama ketiga yang ngelengkapin paket 'best school/teacher' japanese drama'-ku (Seito Shoken!-Dragon Zakura-Gokusen)
Sosok Yamaguchi Kumiko alias "Yankumi" jadi sosok panutan ketiga beserta 2 lainnya ; Sakuragi Kenji dan  Kitashiro Naoko.
Suka banget sama genre sekolah/guru kayak gini. Banyak ngasih inspirasi dan pelajaran buat para penontonnya, *khususnya aku sendiri*~
Pelajaran hidup, pelajaran untuk para remaja, orang tua, guru sampe masyarakat. Luas banget deh cakupannya.
Ngegambarin kalo masa SMA itu jangan di lewatin sia-sia. Bukan berarti masa SD ato SMP biarin aja, tapi karna SMA sebagai masa penutup remaja. Jadi, warnai lah hari-hari, masa-masa SMA mu dengan ceria. Dengan membuat banyak teman dan kenangan indah bersama mereka. Jangan sia-sia-in juga di masa ini untuk enggak belajar serius. Drama ini juga ngegambarin, kalo hidup ini selain harus dibawa ceria, juga harus tetep serius untuk ngadepin masa depan yang enggak bsia kita hindarin. Pekerjaan, kuliah, nikah. Bener-bener realita permasalahan hidup deh!

Thumbs up juga buat drama jepang. Mereka bisa bikin sosok Sakuragi Kenji, Kitashiro Naoko sama Yamaguchi Kumiko punya karakter guru yang hebat masing-masing.
- Sakuragi-sensei ; Sosok pria dewasa banget *ato bapak-bapak* yang tegas, serius, galak, pegang janji, fokus, kerja cepet, enggak ngurusin anak-anak cengeng dan permasalahan cemennya~ :v
- Kitashiro-sensei ; Sosok guru wanita yang ceria, lembut, cantik, perhatian, enggak gampang nyerah, dan siap ngebantu persoalan murid yang berbau psikis ato perasaan.
- Yamaguchi-sensei ; Sosok guru wanita yang culun, gokil, berjiwa muda, enggak gampang nyerah, tomboy, dan siap ngebantu persoalan murid yang berbau fisik bin berurusan sama dunia berandal.

Oia, salah satu alesan bisa semangat nontonnya juga karna ni drama itu kumpulan para ikemen-ikemen~ :3 #plak
Secara ; Oguri Shun, Narimiya Hiroki, Kenichi Matsuyama, Matsumoto Jun *not really into him*, Koike Teppei, Kamenashi Kazuya, Miura Haruma, Hideo Ishiguro, Kaku Kento ngumpul di satu drama ini~ XD #heaven
Hmm, kalo bicara soal minusnya, ada sih~
Drama ini mungkin kayak drama yang tiap episode beda masalah, dan langsung selesai masalahnya di episode itu juga. Enggak terfokus sama satu persoalan layaknya Bloody Monday. Dan sampe hafal tiap scene akhir di drama ini pasti Yankumi nya ngebantu murid-muridnya yang bonyok di keroyok preman. Dia bakal selalu nongol tiba-tiba di balik sinaran cahaya layaknya hero sambil teriak untuk ngelepasin tangan kotor para preman dari murid-muridnya.
Trus, premannya bakal nanya "Siapa kamu?". "Saya? Saya guru/wali kelas murid-murid itu"~ :v
Lanjut, Yankumi bakal ngelepas dua kuncirannya satu per satu, lepas kacamata trus di lempar, dan ngibasin rambutnya~ :v
Mulailah adegan pertarungannya. Nah, menurutku adegan berantem Yankumi agak norak #dibunuhpenggemargokusen
Soalnya, agak aneh ngeliat cara Yankumi ngelawan para preman yang terlalu gampang dengan gerakan serang yang simpel banget. Cuma sekali pukulan, para preman udah tumbang~ :v
Okee, pasti semua bilang, 'kan dia turunan Yakuza'. Tapi tetep aja menurutku, kalo di banding gaya bertarung para muridnya, keliatan jagoan mereka, tapi kenapa malah jagoan Yankumi? -_-
Tapi, after all, kekurangannya itu bisa sangaaaatt di tutupi sama kecemerlangan plot cerita nya yang kocak dan pesan penting di dalamnya. Enggak boring juga untuk di tonton.
Genre drama yang banyak bisa ngambil pelajaran. Great! Way to go, Yankumi! :D

Rate : 3,9 of 5

Senin, 11 Februari 2013

Macam-Macam Panggilan Saya dalam Bahasa Jepang

Hmm, kali ini aku mau share artikel yang lain, tentang macam-macam panggilan saya dalam bahasa jepang. Ternyata banyak juga, lho~ :v
Douzo~

- watashi : aku, saya (modern)
- ware : saya (model lama)
- watakushi : (lebih formal)
- atashi : (untuk wanita)
- atakushi : (lebih formal)
- boku : (gaul. di pakai untuk laki-laki biasanya)
- ore : (biasa di pakai oleh laki-laki. kasar)
- washi : (di pakai oleh pria tua)
- asshi : (di pakai dari periode edo. di pakai oleh laki-laki)
- temae : (di pakai oleh pedagang dari periode edo. sangat merendah)
- sessha : (di pakai oleh samurai dari periode. agak merendah)
- ora : (di pakai oleh anak-anak)
- wagahai : (betul-betul tua. hanya beberapa orang saja yang tau)
- uchi : (di pakai oleh wanita dan dialek osaka)
- soregashi : (di pakai oleh samurai di periode edo. sekarang sudah tidak di pakai) #Ramen

Tokyo Dogs (J-Drama Review)


10. Tokyo Dogs
















Hmm, pertama liat judulnya yang terlintas di otak, "anjing-anjing Tokyo?" #plak
entah kenapa di kasih judul drama itu, tapi setelah googling ternyata maksud dari judulnya itu kurang lebih "Partner terbaik dan terburuk".
Yep, gak jauh-jauh dari maksud judul dengan ceritanya. Langsung ajaa~

Menceritakan tentang Takakura Sou (Oguri Shun) yang pernah melihat ayahnya di tembak mati (headshot) di depan matanya sendiri saat dia masih kecil oleh seorang gangster. Karna itu, Sou mulai mencita-citakan dirinya untuk menjadi polisi saat dewasa nanti. Dan keinginan kerasnya itu membuahkan hasil. Yap, dia Sou berhasil menjadi elite cop di New York. Tapi, karena suatu kesalahannya, akhirnya dia di kembalikan ke Tokyo. Di sanalah, cerita dengan partner barunya, Kudo Maruo (Mizushima Hiro) dalam menjalankan misi membongkar dan menangkap ganster bebuyutan di mulai.

(Liat kan? Kontras banget tampilan duo partner kerja ini)

Dua partner ini ternyata memiliki karakter yang bedaaaaa banget!
Sou yang terkesan sangat cool, cerdas, rapi dan seriuss abisss jelas kontras banget di bandingin sama Maruo yang tampilannya berantakan, suka bercanda, dan gak bisa diem. Mereka berdua sering kali berantem saat melakukan penggerebekan atau in mission. Tapi, cewe yang di temukan Sou dan Maruo, Matsunaga Yuki (Yurikho Yoshitaka) sebagai sumber saksi mata dengan misi nya ini sering kali menjadi pelerai pertengkaran hebat mereka berdua. Sou, Maruo dan Yuki pun akhirnya tinggal se-apartemen setelah sempat tinggal tetanggaan dan ternyata keberadaan Yuki sendirian benar-benar berbahaya.
Sou dan Maruo memang juga di tugaskan untuk menjaga Yuki dari bahaya. Secara, dia kan sumber info saksi mata mengenai kasus gangster ini. Tapi sayang, Yuki mengalami hilang ingatan.
Untuk menjaganya, mau ga mau Sou dan Maruo ngejaga ketat Yuki 24 jam. Kemana-mana, Yuki selalu dikawal sama mereka berdua, bahkan lagi ke tempat perbelanjaan pakaian wanita #plak
kamar tidurnya pun sempat di sadap sama Sou (ini sih terlalu over~ -_-)

(Maruo-Yuki-Sou)

Awalnya, Yuki ngerasa kesel, seolah hidupnya engak bebas. Keluar enggak boleh (awalnya), jalan-jalan di kawal, kamar tidur di sadap *eeettt daaah~*
Tapi lama kelamaan, dia jadi terbiasa, bahkan ngerasa kehilangan saat Sou dan Maruo udah di lepas tanggung jawab untuk ngejaga Yuki.
Di tengah-tengah misinya pun, ternyata oh ternyata Yuki punya feel sama Sou. Padahal Maruo yang ngarep banget sama doi *puk-puk*


    
(Beberapa ekspresi lucu di Tokyo Dogs)

Endingnya, Sou kembali ke New York karna misinya ini berhasil di selesaikan dengan baik. Gangster yang berhasil di tangkapnya juga ternyata ; 1. orang yang nembak mati ayahnya waktu kecil dulu 2. pacar Yuki
Gimana dengan ending Sou-Yuki-Maruo?
Pfft~ bener-bener dah, si Sou dinginnya level 10. sampe akhir pun mereka enggak ada yang along together~ *okelah, fair enough thou* :| #Ramen


(Last scene di Tokyo Dogs)

* Opini Ramen :

Enggak ada saran dari siapa pun tentang drama ini untuk di tonton.
Cuma suatu hari ngorek-ngorek hardisk kakak ipar dan ada ni drama. Hmm, pas diliat pemainnya ternyata si Nanba-senpai dan Sano Izumi di Hanakimi *inget karakter mereka yang kocak dan boleh lah untuk di tonton* akhirnya mutusin buat nonton.
1 hal kesan baik pertama yang pengen aku teriakin disini.
"Suka banget sama ending movie clip drama ini !!!"
Keren asli! Menurutku ini movie clip j-drama terbaik yang pernah aku liat~ XD *wajib liat!*
Lagunya EXILE-Futatsu no Kochibiru juga bener-bener pas dah sama movie clip nya~ *opening drama nya juga cukup bagus, suka-suka*
Kalo soal jalan ceritanya, menurutku sih adegan action ato dar-der-dor di drama ini gak terlalu dapet. Agak kaku~ *dibantaimassa*
Tapi semua terselamatkan berkat akting dari Shun dan Hiro. Yep, suka dibikin ketawa geli tiap kali liat scene mereka lagi berantem karna gak kecocokan mereka. Juga, tiap kali Sou lagi ngejalanin misi, ibu nya suka nelpon mendadak dan nanyain hal-hal gak penting *emaaakk, don't you know i'm in a mission?!*
After all, drama ini cukup bagus dan seru kok buat di tonton~ :3

Rate : 3,7 of 5

* Futatsu no Kuchibiru-EXILE (OST. Ending Tokyp Dogs)
http://www.4shared.com/mp3/i8zQGGyc/Exile_-_Futatsu_no_Kuchibiru__.html

Selasa, 29 Januari 2013

Song Lyric ; Kimi e No Love-Yuya Matsushita (With Indonesian Translate)

Kimi e No Love-10nen Saki Mo (Tak ada cinta-Meski setelah 10 tahun)
By Yuya Matsushita

Kyou mo osoku narutte iiwake bakari shite
Sure chigau hibi tsukutteita
Yume bakari katatte eraburu dake de
Nani hitotsu te ni shitenai

(Ku bilang aku akan pulang telat lagi hari ini, selalu membuat alasan
Aku menciptakan hari ketika kita tidak bisa melihat satu sama lain
Aku terus bicara mengenai mimpi ku, tapi hanya sekedar pembicaraan
Kenyataannya, aku belum mendapatkan satu pun di tanganku)

Daijina kotae kara me wo sora shite ita
Okubyou mono datta ima honto no kimochi ga wakatta

(Aku kabur dari jawaban yang penting
Aku pengecut kala itu, tapi sekarang aku tau perasaanku yang sebenarnya) 

Juunen saki mo hyakunan ato mo
Nigitta kono te wo hanasanai yo
Kore kara mo zutto
Futari dake de ikite yukitainda
Kimi to deaeta kinenbi na no ni
Kirei na yubi wa mo agerarenai
Kawari ni dekiru no wa kimi no kono te
Tsuyoku nigitteiru dake

(Meski setelah 10 tahun, meski setelah 100 tahun
Aku tidak akan melepas tangan yang aku pegang di hari kedepan
Aku ingin terus hidup seperti ini
Hanya ada aku dan kamu, selamanya
Ini hari jadi pertama kali kita bertemu
Tapi aku bahkan tak memberimu cincin yang indah
Semua yang bisa kulakukan sebaliknya adalah memegang erat tanganmu)

Kimochi dake asette kiai ire naoshite
Kimi ga matsu heya ni isoideru
Karappo no kaban ni
Jitto kakureteru chiisana hanataba hitotsu


(Aku terlalu cemas, aku harus bersiap diri lagi
Aku bergegas ke ruangan kau menunggu
Di tempat tersembunyi di dalam tas kosongku
Ada karangan bunga sederhana)

Donna kao wo shitara tsutawaru no darou?
Majimena hanashi mo
Sugu ni chakashiteita koto kuyanda

(Ekspresi apa yang dapat menyampaikan bagaimana perasaanku?
Meski selama percakapan serius
Aku akan mulai bermain-main, dan kini aku menyesalinya)

Dare yori suki na kimi ni chikau yo
Saenai kokuhaku warattemo ii
Kore kara itsudemo
Kimi no tame ni ikite yukitainda

(Aku berjanji padamu, orang yang sangat aku sayang
Sebuah percakapan membosankan, kau boleh menertawainya
Pada hari kedepan, kapan pun itu
Aku akan ada untukmu)

Sannen tatta kinenbi dakara
Kienai omoide tsukuritakute
Kumotta yozora ni negau hoshi wo sagashi
Te wo nobashita

(Ini hari jadi kita yang ketiga
Jadi aku ingin membuat kenangan yang tak terlupakan
Di malam yang berawan, Aku mencari bintang yang bisa aku taruh harapan padanya
Ku ulurkan tanganku)

Dare mo ga mune ni kaeru ie ga aru no nara
Boku ni wa kimi no iru basho ga kitto sousa
Tsukarete yowakina toki mo hanarebanare no yoru mo
Tsuyoku omotter miru
Kimi ni todoku you ni

(Jika semua orang mempunyai tempat ke hatinya masing-masing untuk kembali
Lantas untukku, pastinya tempat dimana aku bisa bersama denganmu
Bahkan disaat ketika aku lelah dan serasa menyerah
Bahkan di malam hari saat kita berdua terpisah
Aku akan sangat memikirkanmu, jadi fikiranku akan tersampaikan padamu)

Juunen saki mo hyakunen ato mo
Nigitta kono te wo hanasanai yo
Kore kara mo zutto
Boku no soba de waratte te hoshiinda

(Meski setelah 10 tahun, meski setelah 100 tahun
Aku tidak akan melepas tangan yang aku pegang di hari ke depan
Aku harap kau bisa terus tersenyum di sampingku)

Kimi no tame motto tsuyoku naru zutto
Daijini daijini dakishimetai
Fuan na sekai de tashikana mono wo boku wa mitsuketa kara

(Aku akan menjadi kuat untukmu
Aku benar-benar ingin memelukmu, selamanya
Karena aku menemukan sesuatu yang pasti di dunia yang tak pasti ini)

Baby, lovin' you

*Note : Salah satu lagu yuya yang aku suka. Liriknya juga romantiss abisss! ><
Maaf kalo translate nya ada yang salah~

Best 10 Japanese Couple On-Screen

Drama ato film jepang apa aja sih yang bikin kita melt sama couple-couple nya? X3
Yang kita rasa, "Ni orang berdua cucok banget sih!"
Naahh, berikut 10 pasangan terbaik di layar kaca versi aku :3

10. Kanata Hongo x Shida Mirai (Seigi no Mikata)



8. Oguri Shun and Ishihara Satomi (Rich Man and Poor Woman)



8. Kazunari Ninomiya x Yuriko Yoshitaka (Gantz)



7. Okada Masaki x Inoue Mao (I Give My First Love To You)



6. Ikuta Toma x Yui Aragaki (Hanamizuki)



5.  Miura Haruma x Mikako Tabe (Kimi ni Todoke)



4. Miura Haruma x Toda Erika (Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta)



3. Miura Haruma x Yui Aragaki (Koizora)



2. Kamiki Ryunosuke x Shida Mirai (Tantei Gakuen Q)



1. Tamaki Hiroshi x Ueno Juri (Nodame Cantabile)


Yep-yepp! Inilah My best japanese couple ever on-screen! X3
Buat para J-lover, siapa sih yang enggak kenal duo hits ini?? Shinichi Chiaki dan Noda Megumi di serial Nodame Cantabile. Serial yang udah terkenal banget akan kesuksesan ceritanya.
Chemistry mereka berdua di layar kacanya dapet banget sebagai Chiaki x Nodame. Secara, mereka udah meranin karakter tersebut selama 4 tahun bersama! Makanya, karakter Chiaki dan Nodame serasa udah bener-bener melekat erat sama mereka. Bahkan, rasanya kalo aku nonton film mereka yang lain, suka nyengir sendiri, karena yang di bayangin ya karakter mereka di Nodame Cantabile.
Banyak para fans Tamaki dan Ueno juga yang ngareepiiinn abiss mereka bisa get along together off-screen! Tapi, sampai saat ini, berita harapan itu belum ada tanda-tanda nya~ T^T
Tapi, meski begitu, di balik layar pun mereka berdua adalah teman yang baik dan dekat. Ga apa-apa dah~ :3

Minggu, 27 Januari 2013

Japanese Movie and Drama Quotes 2

"If you start something new, it has to meet failure, it has to be criticized. This is where the creation process start"-Makoto Natsui (Rich Man Poor Woman)

"Everybody causes trouble in their lives"-Nakashi Yoshifumi (Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta)

"If you fall for a student, you'd have to quit teaching. A teacher has to look after all of his students. If he started caring for one particular student more than the rest. He shouldn't be a teacher anymore"-Nakashi Yoshifumi (Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta)

"Before I knew it, the future with her has become the most important thing"-Chiaki Shinichi (Nodame Cantabile)

"Since I met her, only good things happen"-Chiaki Shinichi (Nodame Cantabile)

"I don't care about that Battousai, because the guy I met is just a wanderer named, Kenshin"-Kaoru (Rurouni Kenshin)

"When one person kills, resentment is born. Just let people kill themselves. Until that ideal is severed. That is the purpose of my sword"-Himura Kenshin (Rurounin Kenshin)

"Live by the sword. Die by the sword"-(Rurouni Kenshin)

"Do you know what money can't buy? What you have now. Life"-Himura Kenshin (Rurouni Kenshin)

"It's nothing to do with your make up, your clothes, or even being popular among the men. Just the way you are. I love you"-Yoh (High School Debut)

"Let's show him, that the good guys always win. Justice will prevail no matter what!"-L Lawliet (Death Note)

"When you compare them to the poor caged birds that have forgotten to fly, crows are much better. Being a Crow is good enough for me"-Genji Takiya (CROWS Zero)

"Love the people that you have now. Cz, you'll regret when the people you loved isn't any longer around you"-(Tada, Kimi wo Aishiteru)

"But this is a journey I need to take with Nodame"-Chiaki Shinichi (Nodame Cantabile)

"I wish I could rewrite my past. But I can't"-Motoharu Yano (Bokura ga Ita)

"Love is all about timing"-Takeuchi (Bokura ga Ita)

"We live in an era where illustrious universities are not rewarded"-Hyuga Toru  (Rich Man and Poor Woman)

"Even a single person can change the world, make the impossible, possible. Break the shackles of old values and discover a new common sense"-Hyuga Toru (Rich Man and Poor Woman)

Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta : (J-Drama Review)

9. Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta



 Kalo liat judulnya, pasti yang terlintas di kepala, 'Seett dah, ini judul apa gerbong kereta? Panjang amat~'. Kalo diartiin juga tetep aja panjang, 'Kau mengajarkanku semua hal yang penting'.
Udah lama nontonnya, tapi sempet berenti di eps 4 *bukan karna ga seru, tapi gara-gara eps berikutnya ngilang*. Trus lanjut lagi semalem ampe selesai deh.
Langsung aja,

Kashiwagi Shuji (Miura Haruma) dan Uemura Natsumi (Toda Erika), sepasang guru yang sudah saling bertunangan dan akan segera melaksanakan pernikahan. Dua guru ini terkenal sebagai pasangan guru muda yang tampan dan cantik, cocok, ideal dan bikin ngiri seisi sekolah, terutama bagi murid-muridnya.
Tapi, kata orang-orang, yang namanya hari-hari mendekati pernikahan itu pasti adaaa aja masalah yang dateng. Dan, itu pun terjadi pada mereka berdua.
Suatu hari, Shuji menemukan seorang gadis *cantik* tak berbaju di kasurnya sambil berbalut selimut. Kaget dong, dia langsung terdiam kaku dan enggak bisa ngomong apa-apa.
Dia pun cuma bisa memberi kunci rumah sewanya pada gadis itu, kalau-kalau dia siap pulang nanti, soalnya Shuji harus berangkat ke sekolah untuk mengajar.

http://i56.tinypic.com/4iitdh.jpg

(Toda Erika sebagai Uemura Natsumi - Miura Haruma sebagai Kashiwagi Shuji)

Shock berat, lagi-lagi Shuji alami, begitu jam mengajarnya selesai, dan seorang murid perempuan menghampirinya sambil memberi kunci berwarna biru. Yep, itu kunci yang Shuji kasih ke gadis tak dikenalnya itu tadi pagi. Kali ini, dia makin ketakutan, secara, gadis itu ternyata tak lain adalah murid di kelasnya sendiri. Bagaimana kalau berita buruk soal dirinya dan gadis bernama Saeki Hikari (Emi Takei) itu tersebar luas ke seluruh penjuru sekolah? Namanya bisa jelek, karirnya akan kandas, dan puncaknya, hubungan serta pernikahannya dengan Natsumi bisa memburuk atau bahkan gagal. Tapi, dia berusaha menutupi rahasia itu dari semuanya. Berhasilkah?

Ternyata oh ternyata, pemikiran Hikari enggak sejalan dengan Shuji. Dia justru memanfaatkan momen emas itu buatnya. Memang, awalnya dia ketakutan kalo ketemu Shuji, tapi kian kemari dia malah bahagia setinggi awan~ :v
Yepp, dia mulai berusaha ngancurin hubungan Shuji dan Natsumi dengan terus mengancam Shuji kalau dia enggak ngelakuin apa yang Hikari pengen *terus deket sama dia*, Hikari bakal nyebarin kejadian itu ke penjuru sekolah. Bad girl! I hate her~
Shuji itu sosok lelaki yang cemen, cupu dan enggak bisa tegas. Jadi, dia pun nurutin keinginan Hikari.


Yaah, yang namanya rahasia juga pasti ujung-ujungnya kebongkar juga.
Yep, apalagi Hikari enggak ngerasa puas dengan cara Shuji dekat dengannya. Hikari pengen Shuji mutusin Natsumi dan berpaling ke dia. Hikari selalu cemburu kalo liat Shuji yang deket sama Natsumi, atau bahkan denger kabar tentang keserasian mereka.
Jadi, sebenarnya cara Hikari ngancem Shuji itu cuma ajang kesenengan dia aja ngeliat Shuji ketakutan. Tujuan awalnya ya tetep nyebarin cerita itu, bahkan nunjukin foto naked Shuji yang lagi tidur *setengah badan* ke Natsumi.
Shuji terus was-was setiap hari dan terus berpura di depan semua terutama Natsumi kalo enggak ada apa-apa. Hingga suatu hari, kecurigaan Natsumi yang ngerasa ada yang beda dengan Shuji terbukti saat mereka berdua lagi nyoba gaun pernikahaan. Yep, Natsumi nerima foto Shuji itu dari nomor enggak dikenal, alias Hikari.
Kekacauan besar pun dimulai.

Hubungan mereka berdua jadi kacau. Bahkan akhirnya Natsumi mutusin Shuji yang sikapnya makin seolah enggak peduli sama dia dan lebih milih Hikari. Padahal malam itu enggak terjadi apa-apa sama Shuji dan Hikari. Hikari yang ternyata punya penyakit dan jiwanya sedikit kompleks semenjak kematian kakaknya, suatu malam berpenampilan berbeda, dia mengenakan baju kakaknya dan berdandan seperti kakaknya. Dia merasa senang, karena orang-orang sekelilingnya seolah melihat dia seperti seorang wanita dewasa *itu tujuannya*. Dan akhirnya dia nemuin Shuji yang tengah enggak sadar karna mabuk di sebuah cafe.
Setengah sadar, Shuji meminta Hikari menemaninya sekaligus membantunya menuntun jalan ke rumah sewanya. Ternyata, sampai disana Shuji bener-bener enggak sadar dan langsung tidur. Nah, si eneng Hikari ini malah ikut-ikutan bobo juga #plak
Tapi, entah kenapa si Shuji malah terus ngebela Hikari di depan Natsumi. Mulai dari sini puncak kekeselan aku sama si cemen Shuji dan si evil Hikari >:(
Suatu hari bersamaan dengan diputusinnya Shuji, berita jelek itu diketahui seantero sekolah. Wah, sekolah gempar, juga para wali murid mulai nelponin sekolah, protes karna bisa-bisanya ada guru macam Shuji di sekolah itu. Mau jadi apa anak-anak mereka diajar sama guru yang bejat gitu? *katanya*
Akhirnya hukuman Shuji pun jatuh setelah sidang panjang. Yep, dia di suruh cuti 6 bulan *udah dikasih keringanan*.
Selama masa cutinya, sebuah rahasia besar muncul lagi. Ternyata Natsumi dinyatakan positif hamil.
Oalaah, ndok Shuji ini cemen-cemen tapi sejarah ama perempuannya tenar juga euy ><
Natsumi memutuskan untuk merahasiakan ini dari semua, termasuk Shuji. Cuma sahabatnya aja, Todo Sayaka (Shinoda Mariko) yang tau.
Tapi, lagi-lagi sekeras apapun nyembunyiin rahasia, pasti ujung-ujungnya kebongkar. Yep, salah satu murid Natsumi menemukan buku cek kehamilannya Natsumi saat membantu Natsumi membereskan berkas-berkasnya yang terjatuh.
Murid tadi kebetulan nge-fans banget sama Natsumi, jadi dia shock banget waktu tau Natsumi hamil, dan pastinya karna perbuatan Shuji lagi. Kekeselannya pun memuncak dan berteriak, jadi beberapa murid lainnya tau tentang berita itu.
Hebatlah, ujian Shuji makin parah. Baru aja selesai cuti 6 bulan gara-gara problem Hikari, eh sekarang dapet kasus lagi ngehamilin orang sebelum nikah #plak

(Main co-star di drama ini)
 
Sekolah lagi-lagi rame, dan kali ini hukumannya dia akan di pecat jadi guru.
Semua terasa lengkap, saat segalanya hancur, dia ngerasa sendiri. Hikari, yang selama ini dia belain, dia enggak ngerasa tertolong dengan kondisinya. Hingga akhirnya, di penghujung cerita Shuji sadar, kalau cukup memiliki Natsumi itu sudah menjadi kebahagiaan yang besar buatnya. Natsumi yang selama ini bisa ada di samping dan nemenin segala cerita pahit maupun manisnya. Natsumi yang sosoknya justru jauh lebih tegar dan dewasa di banding dirinya.
Shuji banyak belajar dibalik semua kejadian belakang ini yang seolah menampar habis hidupnya. Begitu juga Natsumi, yang akhirnya tetap merasa butuh orang lain di sampingnya untuk membesarkan bayinya. Dia pun sadar kalau rasa sayangnya sama Shuji belum luntur. Meski dia terus sakit hati selama ini, tapi entah kenapa, perasaannya terus kembali untuk seorang yang bernama Shuji itu. Bahkan dia menolak seorang lelaki tampan nan baik serta perhatian, Yamashita Yugo (Fukushi Seiji) yang dikenalkan kedua orang tuanya cuma karna dia sadar, hatinya masih milik Shuji.

Akhir cerita, setelah di terpa tumpukan masalah, Shuji dan Natsumi sadar kalau perasaannya masih sama, kalau mereka membutuhkan satu sama lain. Shuji pun jadi lebih berani akhirnya.
Shuji pun melamar Natsumi lagi di rumah sakit setelah kejadian Natsumi tumbang di bandara saat berusaha mencari Shuji karena adanya kontraski di perutnya. Shuji langsung lompat lari kencang ke tempat Natsumi yang tumbang di kerubungi orang-orang.
Mereka pun menikah, dan hidup bahagia setelah banyak belajar dari kejadian kemarin. Kejadian jelek yang akhirnya membawa kebaikan dan pelajaran berharga.

(Saat Shuji meluk Natsumi di bandara)

N : Cinta, terdengar begitu manis dan pahit bagiku sebelumnya.
Tapi sebenarnya, cinta itu sangat pahit.
Tak peduli berapa kali kau menerimanya, cinta takkan sepenuhnya manis. Tak akan pernah.
S : Hidup akan terasa lebih mudah, jika orang-orang berhenti mengkhawatirkannya.
N : Hidup dengan cinta itu penuh dengan penderitaan.
Tapi, justru itulah momen seperti ini yang membuatmu bahagia.
S : Aku terluka untukmu,
N : Aku menangis untukmu,
S : Itulah kebahagiaan
S-N : Seseorang yang mengajarkanku adalah, kamu
#Ramen

* Opini Ramen :

Drama ini enggak ngebosenin menurutku. Berhasil dibikin gregetan dan marah-marah sendiri sama si Hikari >< ASLI! Emi ngeselin banget di drama ini, tapi setelah nonton Kenshin kemarin jadi cukup tertolong liat dia jadi Kaoru, jadi pas nonton drama ini lagi enggak begitu kesel kayak pertama nonton *hihi~*
Suka sama jalan ceritanya. Meski kedengerannya kayak vulgar banget ceritanya, banyak kasus senonohnya, tapi aslinya enggak ada scene yang censored kok~ *bersihhh!*
Judulnya pas deh, karna pada akhirnya, khususnya setelah eps tengah sampai akhir aku cukup banyak ambil pelajaran dari drama ini ;
- Tentang kejadian gagalnya perjalanan hidup orang yang lebih tua dari kita, bisa jadi pelajaran dan cerminan buat kita biar kedepannya kita enggak salah langkah kayak mereka :v
- Tentang, yang namanya guru itu harus adil sama murid-muridnya. Ketika seorang guru cenderung lebih dekat pada satu orang atau beberapa kelompok siswanya, orang itu seharusnya berhenti menjadi guru. Karena tugas guru adalah menjaga dan melihat ke semua siswanya dengan adil.
- Tentang kedewasaan dalam berfikir, khususnya dalam yang namanya cinta *karena drama ini genre nya romance*. Hadapin semua dalam kacamata dewasa. Enggak cepet kebawa emosi dan ambil keputusan cepat. Enggak sensitif dan maksain kehendak sendiri. Berusaha tegar, dan enggak cepat putus asa ketika adanya masalah nyerang. Hadapi!
Endingnya, puas lah. Dari awal udah tereak-tereak "Shujii bakaaa! Pokoe kalian kudu-mengkudu end up together!", dan kebuktian. So sweet pula lah akhirnya. Suka banget sama scene waktu Natsumi tumbang di bandara, dan Shuji ngeliat dari jauh trus lari kenceng setelah teriak manggil nama Natsumi, langsung di peluk begitu sampai, dan nenangin Natsumi. Juga bilang, "Saya ayah dari bayi ini" dengan lantang ketika di tanya sama salah seorang disana.
Hmm, meski awalnya sempet mikir-mikir, Haruma bakal keliatan kayak gimana jadi sosok guru disini, dan di pasangin sama Toda yang umurnya lebih tua. Tapi, akting Haruma aku kasih jempol, dia bisa nutupin kemudaannya *ato emang dia keliatan anak muda yang tua?* dengan akting dan penampilannya.
Chemistry mereka berdua disini bagus deh. Cucok bo!~ #Ramen

Rate :  3,9 of 5